Nov 17, 2010

Tiada Sukses Tanpa Pengorbanan


Terlebih dahulu saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1431H.

Apa yang dapat kita teladani dari peringatan Idul Adha? Adalah pengorbanan, totalitas kepatuhan dan penyerahan diri manusia kepada Tuhannya.

Nabi Ibrahim rela menyembelih anaknya Ismail. Dan Ismail pun rela dikorbankan demi mengikuti perintah Allah SWT. Kemudian Allah SWT. menggantinya dengan seekor kibas. Keduanya sukses melewati ujian spiritualnya. Keduanya sukses dalam pencapaian spiritualnya melalui pengorbanan yang sangat berat.

Apakah yang sudah kita korbankan dalam pencapaian spiritual kita?

Tiada sukses tanpa pengorbanan. Sukses dibidang apapun menuntut pengorbanan. Pengorbanan waktu, tenaga, uang, darah dan air mata.

Kata orang: “No pain, no gain”, memang berlaku. Untuk mencapai sukses dalam berbagai bidang kehidupan seperti bidang spiritual, social, financial, karier, bisnis, dll. membutuhkan pengorbanan. Dan tidak ada yang instan, kadang dibutuhkan waktu dan kerja keras bertahun-tahun untuk mencapainya.

Contoh pengorbanan ringan yang sering kita lakukan adalah: kerja ekstra, kuliah lagi, jauh dari keluarga, menunda kesenangan, mengambil resiko, menanggung malu, menahan ego, bersedekah, dll. Kenapa disebut pengorbanan ringan? Karena belum seberapa dibandingkan pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail.

Memang, tiada sukses tanpa pengorbanan. Mau sukses, harus mau berkorban.


Bekasi, 17 November 2010,
Yoche.

Nov 16, 2010

Wrong Way

Jika teman-teman ada yang merasa tidak nyaman dengan kehidupan, tidak yakin atau tidak jelas dengan karier maupun bisnis yang tengah dijalani, berhentilah sejenak. Ambil cuti jika perlu. Merenunglah, evaluasi ulanglah kembali kehidupan, karier maupun bisnis yang tengah dijalani. Apakah tidak salah jalur..?

Ijinkan saya berbagi sedikit pengalaman dengan teman-teman. Disaat SD dan SMP kita belum mengenal pembagian jurusan atau bidang studi, sedangkan disaat SMA dan Universitas kita harus memilih bidang studi yang sesuai dengan minat dan kemampuan kita. Dulu, saat saya masih SD dan SMP saya juara kelas. Disaat SMA saya masih masuk lima besar, tapi lima besar rangking terakhir. Begitu juga disaat kuliah di Politeknik, saya masih masuk lima besar rangking terakhir. Kenapa saat di SD dan SMP saya bisa juara kelas, sedangkan di SMA dan di Politeknik prestasi saya melorot? Setelah beberapa tahun menyelesaikannya baru saya paham, ternyata dulu saya salah jurusan.

Di SMA saya memaksa masuk ke jurusan Biologi semata-mata hanya untuk menghindari jurusan Sosial. Dan saya masuk ke Politeknik karena direkomendasikan oleh paman saya. Saat itu saya hanya ikut-ikutan. Sehingga ketika tamat nilai saya pun pas-pasan. Masih untung tidak DO.

Dengan nilai yang pas-pasan, saya pun kesulitan mencari kerja. Saya selalu gagal saat wawancara karena tidak tahu ketika ditanya hal-hal yang berhubungan dengan kuliah saya. Akhirnya saya diterima bekerja dibidang yang tidak sesuai dengan kuliah saya, berkat bisa komputer dan sedikit bahasa Inggris. Ternyata keterampilan ini yang lebih membantu saya dibanding kuliah saya. Saya bekerja di sebuah perusahaan jasa yang mengurusi ekspor impor barang. Setelah dua tahun melaluinya, saya merasa cocok dan senang bekerja disana. Dan untuk menambah ilmu, saya melanjutkan kuliah di bidang Ekonomi. Karena bekerja, saya ambil kuliah sore hari di sebuah Universitas, dengan bidang studi Manajemen Pemasaran. Disini saya senang dan bisa memahami pelajaran dengan baik dan bisa mengaplikasikannya dalam pekerjaan saya. Baru saya paham, ternyata saya cocoknya di bidang Ekonomi bukan Teknik.

Salah satu kelemahan system pendidikan kita dimasa lalu adalah tidak adanya penyesuaian minat dan kemampuan serta pengarahan dalam memilih bidang study, sehingga banyak yang salah jurusan. Akibatnya tidak banyak yang mampu berprestasi setelah bekerja.

Bagi teman-teman yang merasa sudah salah jalur, tidak ada kata terlambat untuk pindah jalur. Jarang sekali, bahkan hampir tidak ada yang bisa sukses berada di jalur yang salah. Jangan takut untuk pindah ke jalur yang sesuai dengan minat dan kemampuan kita. Percayalah, sudah banyak yang sukses setelah melakukannya.

Bekasi, 15 Nov. 2010
Yoche.

Nov 14, 2010

Sukses Melalui Teman (Banyak Teman Banyak Rezeki)

Lebaran kemaren saya mengikuti reuni SMA saya dulu. Penampilan teman-teman sudah berubah sekarang. Sudah banyak yang sukses, baik dalam karier maupun bisnis. Beberapa dari mereka yang sudah sukses itu waktu sekolah dulu adalah teman-teman yang kepintarannya biasa-biasa saja. Lalu kenapa mereka bisa sukses? Setelah lama ngobrol-ngobrol ketahuan kalau sebagian dari mereka itu menggapai sukses tidak melulu mengandalkan kapasitas pribadi. Banyak yang sukses melalui bantuan teman-temannya. Ada yang membantu dengan memberikan informasi, rekomendasi, sampai meminjamkan modal usaha.

Sering kita mendengar orang berkata: ”Ah, si A kan bisa sukses karena berteman dengan si B”.

Ada pula ungkapan yang mengatakan: “Anda adalah siapa teman-teman anda”.

Jika anda berteman dengan orang-orang yang sukses dalam berkarier maka anda cenderung akan sukses pula dalam berkarier. Jika anda berteman dengan orang-orang yang sukses dalam berusaha maka anda cenderung akan sukses pula dalam berusaha. Jika anda berteman dengan orang-orang baik maka anda cenderung menjadi baik, dan sebaliknya anda cenderung menjadi jahat jika berteman dengan orang-orang jahat. Jadi pertemanan itu cenderung saling menularkan.

Kita dianjurkan untuk sering-sering bersilaturahim. Bahkan bersilaturahim dipercaya dapat memudahkan rejeki. Mengapa memudahkan rejeki? Karena dengan sering bersilaturahim kita akan punya banyak teman. Teman adalah sumber informasi, sumber peluang dan modal untuk mendapatkan rejeki.

Mari perbanyak teman. Jagalah kepercayaan teman. Banyak teman banyak rejeki..!
Bekasi,
24 September 2010
Yoche.
 

Customer Tidak Butuh Kualitas Masa Lalu Kita

Seorang teman mengeluh karena customernya baru saja memutuskan kerjasama dan meninggalkannya begitu saja setelah terjadi kesalahan pelayanan oleh karyawannya. Padahal selama ini dia telah melayani customer tersebut dengan sebaik-baiknya. Bahkan dimasa lalu dia pernah berjasa membantu usaha customernya tersebut. Tapi kenapa kemudian meninggalkannya begitu saja? Begitulah realita yang berlaku. Customer tidak butuh kualitas masa lalu kita. Customer butuh kualitas layanan kita saat ini dan kedepan.

Siapa sajakah customer kita? Customer kita adalah orang atau perusahaan yang membayar jasa yang kita berikan. Selain pembeli, atasan atau perusahaan tempat kita bekerja sesungguhnya termasuk customer kita. Jika kita tidak lagi melayani mereka dengan baik, mereka akan menendang kita.

Seperti kejadian dikantor seorang teman. Pimpinannya baru saja memecat seorang karyawan yang sudah lama bekerja dikantornya, karena karyawan tersebut akhir-akhir ini sering bertindak merugikan perusahaan. Pada saat pemecatan, karyawan tersebut membela diri dengan mengatakan bahwa dimasa lalu dia adalah karyawan yang jujur dan baik, bahkan ikut berjasa memajukan perusahaan. Tapi pimpinannya tidak peduli, dia atau perusahaannya tidak butuh kualitas masa lalu, yang dia butuhkan adalah kualitas saat ini dan kedepan dari karyawan tersebut.

Berbeda lagi yang terjadi dengan seorang teman. Dia baru saja mendapat promosi jabatan dan bonus dari perusahaannya. Dia bercerita, dimasa lalu dia adalah karyawan yang pemalas dan tidak jujur. Setelah mendapatkan SP3 dia berubah total, dan terus berusaha menjadi lebih baik, hingga berprestasi seperti saat ini.

Sekarang kita paham, bahwa “customer kita” tidak butuh kualitas masa lalu kita. Yang mereka butuhkan adalah kualitas kita saat ini dan seterusnya.

Bekasi,
8 February 2010
Yoche.

Find and Improve Your Winning Edge

Konsep winning edge mengatakan, bahwa perbedaan kecil dalam pengetahuan dan kemampuan dapat menyebabkan perbedaan hasil yang sangat besar. Diibaratkan, seekor kuda berlari dalam pacuan kuda, dan sampai hidungnya pertama kali, ia menang sepuluh kali lebih banyak daripada kuda yang hidungnya muncul sebagai yang ke dua. Apakah ini berarti kuda itu sepuluh kali lebih cepat? Sepuluh persen lebih cepat? Tidak. Kuda itu hanya lebih cepat sehidung, namun perbedaan satu hidung membuatnya mendapatkan sepuluh kali lebih banyak. (paragraf ini dikutip dari buku Create Your Own Future, Brian Tracy).

Konsep winning edge ini sangat berlaku dalam dunia karir dan bisnis. Jika anda seorang karyawan yang tengah bersaing mengejar karir, keunggulan sedikit saja dari rekan sekerja akan sangat menentukan dalam karir anda. Temukan dan kembangkan winning edge anda. Winning edge dapat berupa apa saja, seperti: kemampuan berbahasa inggris yang lebih baik daripada rekan-rekan sekerja, kemampuan berkomunikasi dan bergaul yang lebih baik dengan atasan anda, kemampuan teknis yang lebih baik, kejujuran dan disiplin yang lebih baik, kemampuan leadership yang lebih baik, kesehatan, kebugaran dan konsentrasi yang lebih baik, dan masih banyak lagi winning edge lainnya yang dapat anda temukan dan kembangkan untuk memajukan karir anda. Keunggulan sedikit saja dari rekan-rekan sekerja dapat mengangkat anda menjadi leader di perusahaan tempat anda bekerja.

Seorang teman sudah beberapa kali pindah tempat kerja, dan selalu menempati posisi penting diperusahaannya, saya pikir dia seorang kutu loncat yang tidak betah di satu perusahaan, tetapi ternyata dia seorang yang berhasil mengembangkan winning edgenya dibidang communication skill dan networking sehingga dia menjadi seorang yang sangat dicari dan dibutuhkan dibidang marketing.

Seorang teman yang mempunyai usaha kecil dibidang jasa pengiriman barang berhasil memenangkan tender penting dan mengalahkan beberapa perusahaan besar yang sudah terkenal hanya karena dapat menjamin pengiriman barang sedikit lebih cepat daripada para pesaingnya.

Seorang teman lain yang belum lama memulai usahanya, yang tidak punya asset yang bisa diagunkan untuk mendapatkan modal dari bank. Tetapi tidak pernah kesulitan untuk mendapatkan modal dari teman-temannya. Ternyata dia berhasil mengembangkan winning edge berupa jujur dan dapat dipercaya.

Mau sukses? find and improve your “winning edge”.

Tj. Priok, 26 Maret 2010
Yoche.

Nov 12, 2010

Mari Ber-Side Job

 
Side Job adalah : Pekerjaan sampingan, selain pekerjaan tetap seorang karyawan.
 
Beberapa alasan karyawan punya side job adalah :
 
1.      Untuk mendapatkan penghasilan tambahan,

2.     Karena senang melakukannya. Biasanya berhubungan dengan hobby, ex: yang hooby bikin kue, side jobnya adalah berjualan kue, yang hobby photography, side jobnya adalah menjadi photographer atau buka studio photo, dll.

3.      Sebagai jembatan untuk terjun ke dunia bisnis, menjadi pengusaha.

Banyak mantan karyawan yang kemudian sukses menjadi pengusaha berawal dari punya side job.

Seorang teman yang bekerja di sebuah pabrik punya side job rumah makan Padang. Ada pula yang punya side job jual beli mobil bekas, beli mobil, pakai, jika untung jual, beli lagi, jual lagi. Malahan ada seorang teman yang sukses menjadi karyawan sekaligus pengusaha dengan punya lebih dari 1 side job, dengan karier cemerlang sebagai manajer penjualan di sebuah perusahaan alat berat terkenal, dia punya side job usaha bengkel mobil, supplier dan toko spareparts.
 
Teman-teman yang sedang bekerja terutama di sektor swasta, jangan ragu untuk punya side job. Jadikan side job sebagai jembatan untuk menjadi wirausahawan/pengusaha. Jangan tunggu pensiun dulu baru mulai berwirausaha. Berwirausaha itu banyak ujiannya, perlu adaptasi, dan ada learning costnya, sehingga akan lebih berat menanggung costnya ketika sudah pensiun.

Manfaatkan kemajuan teknologi dalam menjalankan side job. Gunakanlah website, blog, e mail, bbm, dan sejenisnya dalam mengkomunikasikan side job. Dan gunakan bantuan keluarga, saudara, teman, karyawan, atau mitra agar lebih leluasa dalam mengelola side job ketika sedang bekerja.
 
Banyak yang bilang karyawan yang punya side job tidak loyal kepada perusahaan. Mungkin juga, sama seperti sebaliknya tidak banyak perusahaan yang loyal atau peduli kepada karier dan masa depan karyawannya. Siapa lagi yang akan peduli dengan masa depan kita, kalau bukan diri kita sendiri? Meskipun begitu, bersikap adil sangat penting kepada perusahaan tempat bekerja. Pandai-pandailah mengelola side job. Berikan 100% buat perusahaan tempat bekerja dan 100% buat side job.

Semoga sukses dengan side job.

Yoche.