Mar 12, 2012

Ayo Mandiri, Ayo Berwirausaha..!


Berbagai sumber mengatakan bahwa jumlah wirausaha di Indonesia hanya berkisar 0.24% dari jumlah penduduk. Rasio tersebut jauh lebih rendah dibanding jumlah wirausaha di negara negara maju. Jumlah wirausaha di AS berkisar 11%, Singapura 7%, Malaysia 5%. Dibutuhkan minimal 2% jumlah wirausaha bagi suatu negara jika ingin maju.

Di harian Kompas Jumat 9 Maret 2012 mengatakan bahwa rasio wirausaha di Indonesia dalam setahun terakhir meningkat dari 0.24% menjadi 1.65%. Dari jumlah penduduk sebanyak 237.6 juta orang, 3.74 juta orang adalah wirausaha. Atau dari 64 orang penduduk, 1 orang wirausaha.

Syarat sebagai negara maju adalah banyak wirausahanya. Semakin banyak wirausahanya semakin maju suatu negara.

Jika dengan berwirausaha bisa memajukan negara, apalagi diri sendiri. Sudah tentu diri sendiripun ikut maju.

Walaupun sekolah dan kampus mempersiapkan kita untuk menjadi pekerja/karyawan terdidik, jangan dijadikan alasan untuk tidak berwirausaha. Bangunlah visi dan aksi wirausaha dengan banyak membaca buku-buku bisnis, motivasi, pengembangan diri, biografi wirausaha sukses, melihat-lihat pameran dan peluang-peluang bisnis, serta banyak bergaul dan bersilaturahim terutama dengan yang berwirausaha.

Semoga sukses berwirausaha..!

Bertanggung Jawab Akan Berbuah Manis


Pengalaman seorang teman:

Saat usahanya maju beliau lupa diri, sering hura-hura dan boros. Kemudian saat usahanya menurun dan banyak cobaan, beliau punya hutang ratusan juta rupiah. Ada yang menyarankan beliau  lari saja, menghindar dari membayar hutang-hutang tersebut.

Tetapi beliau hanya tersenyum, menyadari bahwa hutang-hutang dan kesulitan yang tengah dihadapi adalah akibat perilaku sendiri. Beliau tidak lari, walaupun berat menyelesaikan hutang-hutang tersebut.

Dengan berserah diri kepada Yang Maha Kuasa, dengan kesadaran yang tinggi akan kesalahan selama ini, dan dengan niat baik dan sungguh-sungguh ingin membayar, beliau menemui para pemberi pinjaman, menjelaskan duduk persoalan dan mengajak mereka bersama-sama mencari solusi agar uang mereka bisa kembali secepatnya.

Karena niat baik, solusi pun didapat. Karena niat baik, usahapun kembali lancar. Dalam waktu tiga tahun hutang-hutang tersebut bisa dibayar. Para pemberi pinjaman pun senang dan berterima kasih, bahkan ada yang menganggap lunas sisa hutangnya, dan ada pula yang memberinya order.

Dengan terus memperbaiki diri, usaha beliaupun terus berkembang.

Niat baik akan berakhir baik. Dan bertanggung jawab akan manis buahnya.

Coba bayangkan jika dulu beliau lari dan menghindar bertanggung jawab membayar hutang? Dimanakah beliau akan berada sekarang? Bagaimanakah usahanya? Kita semua bisa memperkirakan jawabannya.