Pengalaman seorang teman:
Saat usahanya maju beliau lupa diri, sering hura-hura dan boros. Kemudian saat usahanya menurun dan banyak cobaan, beliau punya hutang ratusan juta rupiah. Ada yang menyarankan beliau lari saja, menghindar dari membayar hutang-hutang tersebut.
Tetapi beliau hanya tersenyum, menyadari bahwa hutang-hutang dan kesulitan yang tengah dihadapi adalah akibat perilaku sendiri. Beliau tidak lari, walaupun berat menyelesaikan hutang-hutang tersebut.
Dengan berserah diri kepada Yang Maha Kuasa, dengan kesadaran yang tinggi akan kesalahan selama ini, dan dengan niat baik dan sungguh-sungguh ingin membayar, beliau menemui para pemberi pinjaman, menjelaskan duduk persoalan dan mengajak mereka bersama-sama mencari solusi agar uang mereka bisa kembali secepatnya.
Karena niat baik, solusi pun didapat. Karena niat baik, usahapun kembali lancar. Dalam waktu tiga tahun hutang-hutang tersebut bisa dibayar. Para pemberi pinjaman pun senang dan berterima kasih, bahkan ada yang menganggap lunas sisa hutangnya, dan ada pula yang memberinya order.
Dengan terus memperbaiki diri, usaha beliaupun terus berkembang.
Niat baik akan berakhir baik. Dan bertanggung jawab akan manis buahnya.
Coba bayangkan jika dulu beliau lari dan menghindar bertanggung jawab membayar hutang? Dimanakah beliau akan berada sekarang? Bagaimanakah usahanya? Kita semua bisa memperkirakan jawabannya.
No comments:
Post a Comment